Sabtu, 18 Februari 2017

Cintai yang Benar





"Lihat artis itu tampan, putih aku ngefens banget!"
"Yakin idolamu terbaik? Kalau idolaku lebih istimewa, aku yakin suatu hari nanti bisa bertemu di tempat yang indah"
"Serius!  PD banget, emang siapa   idolamu?
"Rahasia, pokoknya idolaku itu super perfect udah tampan, pintar, baik hati juga"
"Haduh siapa sih? Aku penasaran!
"Ya udah aku beritau,  idolaku adalah rasul Muhammad SAW."

Fenomena masa kini kecenderungan remaja yang mencintai atau mengidolakan artis luar. Taukah kalian? Allah telah ingatkan, ”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah:24).



 Kurang apa hayo? Rasulullah adalah manusia pilihan yang mempunyai keindahan baik dari segi fisik maupun psikis. Selain itu banyak teladan beliau yang dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.  Contoh teladan beliau diantaranya ketika bangun tidur berdoa, bila ke kamar mandi masuk dengan kaki kiri dan keluar kanan. Coba artis mana yang punya riwayat keseharian yang indah dan terperinci seperti rasul? Kehidupan rasul diwarnai perjuangan tiada lain demi keselamatan umat sebagaimana dalam QS. At-Taubah 28: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu Alami,(dia) sangat menginginkan (keislaman dan keselamatan) bagimu, penyantun, dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” Namun ibarat  air susu dibalas air tuba, umat banyak yang melupakan keteladanan beliau musnah dimakan masa.

Sadarlah saudaraku! Hapus nama artis kafir dari relung hati. Hanya menguras waktu, fikiran, dan harta dari pada nonton film, beli aksesoris, download lagu artis luar lebih baik kita manfaatkan  untuk hal yang bermanfaaat seperti bersedekah. Sebuah hadis riwayat muslim menjelaskan bahwa setiap orang kelak hari kiamat akan bersama orang yang dicintainya. Nah bagaiman kalau yang kita idolakan kaum kafir? Hi ngeri! kalau nanti berjumpa di neraka, tapi mengidolakan rasulul jauh lebih beruntung yaitu berjumpa di surga.

Permasalahannya, apa aja bukti cinta rasul? Santai sob, secara ringkas cukup dua kunci aja:
1.      Mengikuti sunnah beliau baik dalam hal  ibadah, akhlak, dan keseharian  Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 21: “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut allah.
2.       Merindukan seperti senang menyebut nama beliau/  bersholawat. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).

Wahai  generasi muda sebagai tonggak harapan bangsa wujudkan masa depan gemilang dengan mewaspadai budaya-budaya asing yang dapat menghancurkan moral bangsa. Mari kokohkan keimanan dalam hati. Posisikan cinta di hati dengan benar. Katakan tidak  pada artis luar! Katakan iya pada rasulullah! Semoga dengan ketulusan cinta mampu mengantar kita hingga berjumpa beliau dengan ridho Allah SWT di surga. Amin. (LFA)









Facebook Ladang Pahala






Udah punya akun Facebook belum? Fakta menunjukkan Facebook adalah  layanan jejaring sosial yang paling banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia (Studi Compete.com bulan Januari 2009). Apa yang sering Anda perbuat di dunia maya ini? Curhat pacar, pamer foto, gosip sana-sini. Taukah Anda? Facebook dapat menjadi ladang keberuntungan.
Facebook sebagai sarana berinteraksi dapat membawa manfaat bila bertujuan untuk kebaikan seperti bersilaturahim, menuntut ilmu, dan dakwah. Pengertian dakwah dapat diartikan menyeru atau mengajak kebaikan dalam rangka taat kepada Allah.  Siapa saja yang berkewajiban berdakwah? Sering kali kita mengira bahwa berdakwah hanya tugas dari ustad atau ulama, sunguh keliru perintah ini bersifat universal bagi seluruh umat islam sebagaimana firman Allah SWT dalam QS An Nahl: 125: “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” Apa fungsi berdakwah? Dapat kita simpulkan menjadi 2 garis besar yaitu untuk memperbaki iman kepada Allah SWT dan membentuk muslim yang lebih berkualitas baik dari segi akhlak, amal, dan imannya. Terbukti dengan berdakwah akan tercapai kehidupan yang mulia yaitu seluruh insan yang beriman kepada Allah SWT dengan jalan yang benar tidak sekedar islam KTP.

Sahabatku coba bayangkan,  berapa banyak pahala yang bisa kita jaringBerdakawah via Facebook? Semakin  banyak yang membaca maka semakin banyak pahala. Belum lagi keutaam dakwah yang lain sebagaimana rasul bersabda, ” Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan di lautan, mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi shahih)


Secara umum  fitur dalam Facebook terbagi  3 bentuk yaitu  tulisan, video, link, dan foto. Media untuk mempublikasikan yang dapat kita gunakan diantaranya melalui dinding sendiri, dinding teman, group, atau halaman penggemar (Fans Page). Group adalah sarana unutuk membentuk komunitas antar teman, alangkah baiknya bila kita membuat komunitas dakwah untuk saling berbagi ilmu. Halaman penggemar (fans page) fitur yang dapat dipakai menyebar luaskan dakwah keseluruh pengguna facebook, selain itu terdapat menu untuk memantau jumlah penggemar dari fitur ini. Jangan lupa agar lebih efektif  sebelum menyebarkan dakwah, terlebih dulu tandai/ tag nama teman kalian. Warning! Usahakan saat berdakwah hindari menyudutlkan unsur  SARA. Seringkali tanpa sadar dapat membawa fitnah oleh karenanya perlu hati-hati sesuaikan dengan situasi dan kondisi.



Berapa banyak orang terjerumus dosa lantaran dunia maya? Menulis status-status seperti menggunjing, Mengumbar foto aurot,  mencela sesama muslim dll.  Coba banyangkan? Bila diketahui banyak orang berapa banyak kiriman dosa yang datang. Mari sudahi semua sebelum penyesalan jadi taruhan. Buktikan  cintamu kepada Allah dan Rasul dengan mematuhi perintahnya serta meneladani  perjuangan rasul semasa  hidupnya berdakwah hingga ajaran  islam menyebar ke seluruh penjuru dunia.Marilah kawan kita berlomba-lomba dalam  kebaikan sebagaimana Allah perintahkan dalam QS. Al baqoroh 148, ” maka berlomba-lombalahlah berbuat kebajikan.” Jadikan jejaring sosial sebagai  ladang dakwah.  Semakin besar kepedulian kita untuk umat yakinlah  Allah SWT akan balas perjuangan kita dengan pahala yang lebih baik kunci meraih kebahagiaan dunia akherat. Amin (LFA)




SAJAK-SAJAK DARI DESA





Bukan waktu menggenggam perasaan ketika nyali nyaris tak berdaya. Surya terlanjur melumpuhkan jati diri dijaring kepayahan. Seminggu sejak ia pindah dari kota pahlawan. Dimas hanyut dalam dinamika waktu. Berkawan buku diary warna hijau semangka yang telah lama setia menjadi sahabat sejati percuma tak mampu membela lebih. Mengisahkan luka memuntahkan duri salah paham. Hand Phone disakunya tak lagi diotak-atik, ketidak pedulian terus membutakan kesadaran. Mata hatinya  terus mengunyah luapan penyesalan.
--------------
Rumah nomor A7 bercorak sederhana kokoh berdiri dengan batu bata dan ukiran joglo khas jawa, telah berpindah kepemilikan ketangan penghuni baru. Keadaan kental dibalut huru hara. Nomor Dimas aktif tapi tidak diangkat juga. Ibu menata meja makan dengan muka kusut, sementara Ayah meneguk kopi dengan tenang dan wibawa. Hand Phone masih belum menandakan ada balasan sms atau telepon terhubung. Sial, tak ada harapan sinyal super lemah. 
“Jangan khawatir Bu, Dimas pasti sedang duduk manis di bukit. Ayah kan tadi sudah bilang  habis shalat subuh di masjid dia ijin merekam pemandangan matahari terbit,” Kepercayaan Ayah terang menyala mencoba menyinari Ibu di penghujung gelisah.     
“Sudah jam 6 lagian Yah. Matahari sudah makin meninggi. Aku takut ada sesuatu menimpanya. Jangan sampai ia terlambat sekolah nanti sebelum jam 7,” seru Ibu seraya  memasangkan dasi Ayah.
“Hemm tunggu saja, beberapa menit lagi mungkin ia akan muncul. Dimas kan laki-laki biarlah dia belajar mandiri,”  Ayah menimpali.
“Tapi Dimas masih tergolong kecil umurnya saja baru 11 tahun. Lagian kenapa Ayah tidak menemaninya tadi? Pokoknya Ayah harus tanggung jawab bila terjadi apa-apa,” Nada Ibu perlahan meninggi dibungkus pedas ancaman.
“Iya, tapi Ibu juga jangan terlalu memanjakan Dimas seperti selama ini, tidak baik untuk masa depannya,” Ayah mengalihkan topik pembahasan seraya berpaling duduk dekat rak sepatu.

Suara semak bersautan dengan hentakan kaki. Ibu menyambut Dimas dengan wajah gemerlap. Miris, kondisi membalik segalanya. Petir menampar keras batin Ibu melihat sang buah hati dengan muka lebam.

Benang-benang kasus yang berceceran tak mudah dipintal begitu saja. Insiden yang memilukan segera dilontarakan Ibu ke hadapan kepala sekolah. Namun, tak seorangpun dikelasnya yang berani mengaku. Hari hari berlalu Kelas V Ringin rejo seolah dalam medan tempur. Setiap pagi dan menjelang pulang ketegangan di ruang kelas V menyelimuti. Bu Miska mencoba membongkar kejadian, memancing muridnya yang telah melakukan kekerasan pada Dimas agar segera minta maaf.

Untung musibah yang menimpa Dimas hanya luka ringan. Luka memar diwajahnya berselang 1 minggu telah sembuh, namun mendadak ia mogok tak mau sekolah. Rasa trauma benar-benar mengunci keceriaan dan kebahagiannya. Perubahan benar-benar menguliti kepribadinnya 180 derajat. Setiap hari dengan ketulusan, ibunya senantiasa menemani berharap Dimas kembali sebagaimana dulu. Tekanan jiwa rasa cemas yang meradang membuat Dimas hanya bisa menangis bila didesak ibu dan Ayahnya untuk menceritakan kronologi insiden serta siapa sang pelaku.
“Yah gimana nasib anak kita?” Tanya Ibu mengerutkan dahi.
            “Iya, Dimas mungkin masih butuh waktu untuk menenangkan diri,” Ayah santai menjawab seraya menatap huruf-huruf dalam koran genggamannya...............................................................
            “Apa semudah itu? Sudahlah Yah, kita penuhi aja keinginannya pindah sekolah ke desa sebelah di Golden Sky School,” ujar Ibu.
            “Jangan gegabah Bu, apa Ibu yakin menyekolahkan anak kita kesana?” Ayah balik bertanya sontak meletakan koran di atas meja
            “Ya tentu Ibu yakin, namanya juga demi kebaikan anak,” jawab Ibu mantap.
            “Hem.. Apa Ibu lupa perjuangan para pahlawan negeri kita Bu? Lebih baik anak kita menuntut ilmu dinaungan sekolah pribumi dari pada sekolah internasional dengan guru dan materi asing seperti Golden Sky School,” Ayah menerangkan.

Sore melambai datang parade kawanan bebek. Suaranya yang khas mengundang penasaran siapa saja untuk melihat. Tak malu mereka melewati perkampungan. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain sembari mencari makan yang bersembunyi dalam butir tanah. Bila beruntung mereka mendapat cacing segar bila tidak batu, biji atau benda keras lain menjadi korban. Entah tak dapat dipastikan milik siapa bebek-bebek itu. Fikiran Dimas menggantung, ia sadar bertapa hidupnya tak jauh beda dengan bebek. Ya, hanya bisa ikut-ikutan. Tanpa tau pasti arah tujuan karakteristik lingkungan serta siapa saja yang akan ia hadapi. Buku diary kembali menjadi alarm pengingatnya kejadian silam. Tak habis fikir  betapa temannya amat sensitif, satu buah perkataan melayang berubah menjadi racun berbisa. Apa aku berlebihan? Bukanakah itu hal biasa di Surabaya? Dimas menapaki getir puing penyesalan, besar harapannya ingin membeli mesin waktu Doraemon. “Ehemm,” tiba-tiba terdengar suara laki-laki berdehem. Lamunan Dimas di jendela semburat tak berupa. Ayah yang duduk disamping Dimas mencoba mencairkan suasana mengajaknya rafting esok pagi. Sebagaimna sebelumnya Ayah tahu betul kegiatan favorit anak semata wayangnya dalam bidang olah raga, tanpa persetujuan dari Dimas secara sepihak memintanya segera mempersiapkan diri.

Cuaca cerah menyapa hangat penduduk Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Akhirnya, hal yang ditunggu segera tiba. Arung jeram wisata unggulan desa dengan sensasi yang sepadan antusias dihadapi keluarga Dimas. Medan bervariasi cocok bagi pemula maupun yang profesional melatih fisik dan mental. Memicu hormon adrenalin meredam rasa stres ditambah hiasan panorama yang menjernihkan hati dam fikiran dikelilingi perbukitan dengan hamparan lautan sawah membentang kekuningan seolah telah siap dipanen. Maha besar Allah menciptakan bumi nusantara yang kaya sumber daya alam.

Tok..tok..tok dari ketukan dahan pintu kenyataan mulai mengungkap indah pelangi.  Bu Miska wali kelas V SDN Ringin rejo kaca matanya memantulkan gejolak misteri. Perbincangan 4 mata dengan Dimas mengurai kabar sejuk. Bu Miska menumpahkan banyak hal termasuk kerinduan sekolah. Hand Phone beliau menjadi bukti bisu  berupa video persembahan teman-teman kelas V sebongkah ungkapan rindu sekaligus permohonan maaf atas kesalahan pahaman yang terjadi.

Pagi berkilau menyongsong hari Senin, seragam putih merah membekukan semangat dari raga Dimas yang kembali bersekolah. Tertimpa duren itulah gambaran kebahagiaan yang dirasa Ibu dan Ayah. Keceriaan tumbuh bersemi, lama tak jumpa kini teman-temannya kembail hangat merangkul. Usai upacara bendera, Bu Miska seorang guru muda nan energik mengajak murid-muridnya keluar sekolah. Mereka berjalan beriringan mendaki menuruni bukit menyusuri jalan menyaksikan indah panorama merelaksasi setiap ketegangan batin dan urat nadi. Kesejukan ramah menyertai para petani yang nampak akrab saling membahu di petak-petak sawah. Syahdu kelembutan aliran sungai menyatu dengan nyanyi burung di angkasa. Entah Dimas merasakan ketenangan tiada tara tidak seperti rumahnya dulu yang setiap detik dipenuhi bising kendaraan lalu lalang.

Candi Sapto menjadi tujuan rombongan murid kelas V. Candi yang tak sering diliput dalam buku-buku atau televisi. Tapi fakta menunjukkan desa ini menyimpan peninggalan sejarah meskipun terbatasnya prasasti yang menunjang. Sebagai pengantar Ibu guru menerangkan materi bab baru yaitu kerajaan Indonesia. Sekilas mencuplik poin hikmah, banyak inspirasi dan teladan dapat digali. Dibalik kontribusi sejarah Indonesia tak salah negara ini memang kaya baik dari sumber daya alam, suku, etnis, dan budaya. Sudah sepatutnya, tugas kita tonggak penerus bangsa untuk melestarikan dan menghargai aneka ragam budaya yang ada.  

Waktu terus menggelinding dibalik jilbab yang menutup kepala Bu Guru seolah menyembunyikan seyum bahagia. Sorak sorai dalam permainan tradisional anak-anak menularkan kenangan Bu Miska. Pengalaman 20 tahun lalu semakin dekat menghampiri alam bawah sadar Bu Miska. Tiba-tiba melintas bisikan dalam sanubari Bu Guru, bangsa yang luhur ialah yang mampu menjunjung kebudayaannya. (LFA)
 

Blogger news

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate by Google ( UBLO 7 )

Blogroll

About

Flag Counter