Selasa, 11 Juni 2013

Luar Biasanya Sosok Ammar Bugis


 27 February 2013 | 21:59






Ammar Bugis. Lelaki 27 tahun itu betul-betul penakluk kemustahilan. Bagaimana tidak, dengan keterbatasannya yang luar biasa, dia mampu melakukan hal-hal yang oleh lelaki normal pun sulit untuk dilakukan.


Sejak usia tiga tahun, Ammar sudah menderita penyakit langka, werding hoffmann. Penyakit itu membuat seluruh tubuhnya lumpuh, sehingga ‘tak mampu bergerak, bahkan untuk menoleh ke kanan/kiri tak mampu. Hanya bisa melihat mengingat, dan berbicara. Kesehariannya pun dilalui dengan berbaring di kursi roda. 
Namun jangan hanya melihat sisi kurangnya. Tak disangka, pada kenyataanya beliau telah mengukir kisah hidup dan prestasi yang hebat, bahkan melebihi manusia normal :

Orang-orang mengira Ammar akan mustahil berbuat banyak dalam kehidupannya nanti. Namun yang terjadi sebaliknya, Ammar justru mampu berprestasi.
Ammar mampu menyelesaikan sekolah regularnya di Amerika Serikat dengan sukses. Yang menakjubkan, dia sukses menghapal 30 juz Al Qur’an pada usia 13 tahun.
Kesuksesan itu berlanjut dengan keberhasilan Ammar menyelesaikan studi S1 komunikasi di Universitas King Abdul Azis, Arab Saudi. Gelar S1 itu membuatnya menjalani karir sebagai jurnalis olahraga di harian Al Madinah.
Selain itu, Ammar juga menjadi presenter sebuah acara di televisi dan banyak berkeliling dunia untuk menjadi motivator manusia, terkhusus bagi mereka yang lumpuh seperti dirinya.
*****
Ammar Bugis lahir di Amerika Serikat, 22 Oktober 1986. Nama Bugis berasal dari kakeknya, Abdul Muthallib, yang berasal dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Kakeknya itu hijrah ke Jeddah, Arab Saudi dan menetap di sana.

Bersama ayah-ibunya, Ammar menghabiskan masa kecilnya hingga SMA di Amerika Serikat. Dia kemudian kembali ke Arab Saudi untuk melanjutkan kuliahnya.
Kini, Ammar hidup bahagia bersama istrinya asal Mesir. Dia juga berencana melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2 melalui beasiswa penuh yang dihadiahkan pemerintah Uni Emirat Arab kepadanya.

Beberapa waktu silam, Ammar berkunjung ke Jakarta, Indonesia. Dia memberikan ceramah di Masjid Istiqlal. Selain itu, dia juga mengunjungi beberapa tempat pendidikan. Beliubau punya semangat besar bahkan penuh syukur, beliau terima apapun kondisinya dan bersyukur karena dikala diakherat tidak dimintai pertanggung jawabkan, terlalu berat. Seandainya beliau mampu bergerak bebas pastilah nanti diakherat akan dimintai pertanggung jawabkan atas nikmat Allah tersebut (seperti dapat berjalan, menggerakkan tangan dll).

---Masya Allah semoga kita bisa termotivasi agar hidup senantiasa penuh semangat dan menerima apa yang kita punya, karena banyak orang tak seberuntung kita yang malah mereka lebih baik prestasinya dan lebih banyak bersyukur dari kita---





sumber :
http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/27/luar-biasanya-sosok-ammar-bugis-538700.html
http://nahimunkar.com/syaikh-ammar-bugis-menjadikan-kita-malu-pada-diri-sendiri/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate by Google ( UBLO 7 )

Blogroll

About

Flag Counter